Cerita Dewasa 2016 - Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam
Cerita Dewasa 2016 - Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam

Cerita Dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam

Posted on
Hammer Thor Asli

Cerita Dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam | Namaku Marwan, umurku 26 tahun, seorang pengangguran. Aku pernah sekali menjadi gigolo (yah.. sebutan kasarnya). Ketika itu aku baru pertama kali merantau dari kampungku di pulau Jawa ke Banjarmasin. Seorang temanku bekerja di sana. Aku menyusul temanku itu ketika dia mengirimiku alamat yang cukup jelas, lagipula aku dengar Farid, nama temanku itu, sukses di perantauan. Dia bekerja di sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit.

Cerita Dewasa 2016 - Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam Cerita Dewasa 2016 - Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam Cerita Dewasa 2016 - Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam images
Cerita Dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam

cerita dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam | “Daripada kalian nganggur di kampung, lebih baik ke Banjarmasin saja, Wan. Kebetulan lagi ada lowongan kerja.” begitu katanya sebuahkali.Berbekal uang 700 ribu aku pergi ke Banjarmasin.Setibanya di pelabuhan Farid menjemputku. Dari situlah aku tahu kenasiban Farid yang sangatlah kecukupan. Rumahnya tidak besar, tapi lumayan keren, serta yang tentu rumahnya sendiri.
“Wah.. kalian sangatlah hebat, Rid.” pujiku.
“Pintar-pintar kami saja cari duit, Wan. Setidaknya punya obyakan sampingan.” jawab Farid dengan senyum yang misterius.
Aku nggak langsung bisa kerja, tapi nunggu dulu sebab nyatanya lowongan di tempat kerja Farid telah terisi.

cerita dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam | Sebab nggak kerja terus lama terus habis uang yang kubawa dari kampung. Sebetulnya makanku ditanggung sama Farid, tapi nggak enak kan kalau setiap hari, sedangkan tahu sendiri kalau anggaran nasib mahal di Banjarmasin.Seusai satu bulan numpang di rumah Farid aku mulai tahu apa sebetulnya obyekan sampingan Farid yang tidak lain merupakan melayani nafsu tante-tante girang (alias gigolo). Bergidik juga aku ketika sebuahmalam mendengar suara-suara gaduh yang absurd di kamar sebelah (kamarnya Farid).
Ketika aku intip, ehh.. Si Farid lagi disepong sama seorang wanita stw. Habis itu aku menonton Farid dikasih berbagai lembar ratusan rupiah. Serta ketika Farid tahu kalau aku pergoki, dirinya cuman tersenyum kecut.

Cerita Dewasa 2016 – Gelora Nafsu Kenikmatan Semalam | “Kalau mempercayakan gaji buruh pabrik sih, nggak bisa kirim ke kampung.” itu dalihnya.Bahkan seusai aku tahu kalau Farid merupakan seorang gigolo, dirinya malah terus tidak sungkan meperbuat bisnis mesumnya itu di rumah. Iiih.. alangkah tersiksanya aku mendengar deru-deru nafas mereka di kamar sebelah setiap malam. Meski sebetulnya aku ngiler juga. Bayangkan setiap malam Farid bisa mengeloni dua hingga tiga wanita, serta tidak semuanya stw. Ada juga yang semacamnya tetap lajang. Setiap malam pula omsetnya bisa hingga dua juta. Ngiri banget aku.
Malam itu aku tidak menyia-nyiakan kepergian Farid. Dirinya nggak pulang malam ini, lembur katanya. Serta kebetulan sekali telpon berbunyi. Barangkali dari langganan Farid, sebab biasanya transaksi mereka terjadi via telpon.
“Halo Farid..aku Sandra.” terdengar suara mendesah di seberang begitu telepon diangkat.
“Aku tunggu di Platinum 156, cepat yah.. aku telah telanjang sekarang..”
Glek! Aku telan air liurku berkali-kali. Job Farid datang. Bagaimana nih? Apa aku wajib datang? Aku lihat isi dompetku, tinggal dua ratus ribu doang. OK deh, aku datang.
Hotel Platinum, tidak sulit mencarinya. Kemarin malam aku diajak Farid keliling-keliling kota serta pernah makan di restoran hotel itu. Seusai bertanya letak kamar terhadap resepsionis aku segera menuju kamar 156. Didepan kamar aku kembali ragu, masuk alias tidak ya? Masuk tidak masuk tidak, aku hitung kancing kemejaku. Masuk.

Kreek..
Pintunya tak dikunci. Aku masuk dengan ragu-ragu. Kamar hotel itu seluas kamar Farid walau sedikit lebih bagus penataan ruangnya. Seorang wanita berumur 30 tahunan berada di atas ranjang. Dia agak terkejut ketika menyadari bukan Farid yang datang. Tapi kemudian dia tersenyum genit.
“Siapapun kau aku ingin bercinta denganmu. Kemarilah..”
Sandra beranjak dari ranjang. Glek. Kutelan liurku ketika hendak meleleh. Wanita yang hanya memakai stoking rajut tipis tanpa CD dan BH itu segera mendekatiku. Stokingnya hanya sebatas lutut, lengannya juga tertutup stoking tapi badannya polos sama sekali. Seekor kupu-kupu menghias di payudaranya sebelah kiri. Kedua gumpalan dadanya sekal dan besar banget, dan menantang banget. Begitu menantang sampai-sampai burungku bangun.
Sandra mengitari tubuhku yang sedikit gemetaran.
“Siapa namamu, sayang..” desah serak-serak seksi itu menyembur tipis di belakang telingaku.
“Ss.. saya Marwan.” jawabku gemetaran.
“Marwan? Hmm.. jangan panik, kamu baru pertama ya? Aku suka banget..” kata Sandra sambil menggosok-gosokkan kemaluan nya yang gundul ke pahaku.
Siir.. tiba-tiba saja penisku tegang.
“Kalau gitu aku ajarin yah..” tambahnya sambil menggosokkan kemaluannya makin keras dan makin mepet di pahaku sampai celanaku sedikit basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya.
Lalu perlahan wanita yang sedikit jangkung itu mencium bibirku lalu berkata
“Balaslah Wan, hisaplah bibirku”.
Aku menghisap bibir tebalnya. Bibiritu terasa kenyal banget ditambah bau tubuhnya yang wangi. Tiba-tiba Sandra memegang kemaluanku, aku sangat kaget.
” Wah pistolmu sudah tegang Wan,” kata Sandra sambil tangannya dimasukkan kedalam celana jeansku. Darahku berdesir-desir, nafasku kembang kempis dirangsang sedemikian rupa.
Sandra berusaha melepaskan celana jeansku, tapi bibirnya masih terus aku lumat dengan penuh nafsu hingga akhirnya aku tinggal memakai celdam saja. Kami masih saling melumat, tapi tanganku mulai menggerayangi dada sekal Sandra. Tanpa gemetar lagi aku memegang buah dadanya dan memelintir putingnya. Sandra mendesis-desis lirih merasakan kenikmatan belaianku.
“Wan.. kamu memabukkan..ehgh..”
Nafasnya memburu berpacu dengan nafasku.
Aku menuruni leher mulus Sandra lalu berlabuh di kedua gundukan buah dadanya. Lalu dengan memberanikan diri aku menciumi putingnya, dan Sandra bertambah mendesis,
“Teruslah Wan, terus.. ach.. nikmat banget..”.
Tanganku meremas-remas kedua bokong Sandra yang padat dan sekal. Sesekali jemariku menyusuri belahan pantat itu terus sampai ke lubang vaginanya. Sandra yang semakin kegelian semakin merapatkan tubuhnya sehingga aku semakin leluasa mengenyot payudaranya. Aku hisap putingnya kuat-kuat membuat Sandra mendorong kepalaku semakin terbenam diantara belahan payudaranya. Aku sadari betul perubahan yang terjadi pada buah dada Sandra, semakin membengkak menggemaskan dan putingnya tegang, kenyal dan menantang.
“Wan.. ach.. ehmm ehmm” Sandra kembali melenguh-lenguh ketika jemariku mengutak-utik klitorisnya. Entah sudah berapa kali vagina itu mengeluarkan lendir kenikmatan birahi Sandra. Panas birahinya sudah sampai di ubun-ubun.
Setelah puas menghisap puting buah dada Sandra aku mencoba menciumi vaginanya, tapi Sandra berkelit.
“Aku pengin pistolmu dulu, pangeranku..” katanya kemudian.
Sandra mendorongku terlentang diatas kasur empuk kemudian dia menungging diatas tubuhku kemudian sibuk menciumi penisku yang masih tertutup celdam krem. Posisi Sandra yang menungging memunggungiku membuatku leluasa mengutak-atik klitorisnya kembali. Kemudian aku memasukkan jempol kiriku ke dalam lubang kawinnya.
“Uach.. Marwaann..”
Mudah sekali jempolku itu masuk ke dalam vaginanya. Lendir kental mengalir di selakangnya. Aku permainkan jempolku keluar masuk vaginanya, Sandra semakin bergelinjangan. Entah saking tak tahannya, Sandra segera mengeluarkan penisku dari CD lantas mengemutnya.
“Egh.. ach..Sand..”
Dadaku sesak menahan birahi yang meletup-letup didadaku. Baru pertama kali ini batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita. Sandra begitu terampil mengenyotnya. Semakin kuat Sandra menyedotnya dan
Crot..crot.. aku tak tahan lagi.
Spermaku keluar begitu saja. Tapi Sandra begitu menikmati spermaku yang muncrat seluruhnya ke dalam mulutnya.
“Mhmm.. nikmat Wan.. aku suka, lagi dong..”
Begitu Sandra hendak mengenyot penisku lagi, aku segera menarik bokongnya hingga hampir menduduki mukaku. Langsung saja aku sedot vaginanya
“Aaach..” teriak Sandra tertahan.
Sudah tak tahan aku, aku kerjain vagina Sandra habis-habisan. Aku ciumi, aku gigit-gigit klitorisnya bahkan aku sudah berhasil memasukkan tiga jari tengahku sekaligus. Sandra misuh-misuh tapi segera mendehem-dehem keenakan. Aku sudah tak terkendalikan. Kalau sejak tadi aku seperti diajari sama Sandra, kali ini aku bekerja dengan naluriku sendiri. Dan kurasa Sandra tak keberatan, karena sekarang dia mendengking-dengking keasyikan.
Sruup..sruup..
Lendir kawin Sandra aku sedot dengan kekuatan penuh. Seluruh tubuhnya menggelinjang liar, lalu kembali lendir-lendir itu mengalir deras bagai sungai.
“Ough.. Wan, aku nggak tahan lagi..” erang Sandra semakin melebarkan selakangnya.
Lalu penisku dipegangnya dan dimasukkan kedalam vaginanya yang sudah licin berlendir. Perlahan-lahan batang pistolku amblas ke dalam lubang vagina Sandra,
“Ach.. engh..” desisnya kemudian.
Dan Sandra mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya ketika aku mulai mengocok-ngocok penisku. Penisku terasa mengembang didalam vagina Sandra, Sandra pun semakin mendesis.
“Ach.. Wan.. ehm.. ah..”
Jemariku meremas-remas payudaanya. Sandra terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata,
“Aku mau datang nih.. “.
“Hegh eh..” hanya itu yang aku jawab sebab aku masih sibuk menggenjot vaginanya.
Dan tak lama kemudian Sandra menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan lendir kawinnya disela-sela penisku yang masih tegang. Semakin liar aku remas-remas kedua buah dada Sandra hingga beberapa menit kemudian aku berbisik
“San.. sedikit lagi aku juga mau keluar”.
Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batang penisku keliang vagina Sandra, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku kedalam vagina Sandra bersamaan dengan keluarnya cairan kawinnya untuk kedua kalinya.
“Uwah..” pekik kami bersamaan.
Belum puas aku memompa penisku yang masih haus, aku meminta Sandra menungging. Dari belakang aku segera menekan masuk penisku diantara pantatnya. Sandra mengejang beberapa saat. Tampaknya lubang pantatnya masih sangat sempit hingga penisku sedikit kesulitan menembusnya.
“Egh.. ach.. sakit Wan..” erang Sandra.
Akhirnya seluruh batang penisku sanggup menembus masuk ke lubang pantat Sandra. Bagai remuk penisku digencet lubang yang masih sempit itu. Tapi sedikit tertolong karena spermaku kembali keluar membasahi liangnya. Kembali aku kocok-kocok penisku maju mundur. Sandra mengerang panjang merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dirasakannya. Tangannya meremas-remas payudaranya sendiri yang sudah sangat bengkak, bagai mau meledak. Aku pompa penisku sampai lima balas menit, setelah itu aku mengerang kembali mendapatkan puncak libidoku.
Penisku aku cabut dari dubur Sandra. Terasa tubuh ini sangat lemas, Sandra berbaring di sampingku. Kami saling berpelukkan dan berciuman. Ranjang itu sudah berantakan sekali.
“Wan.. kamu hebat, bahkan lebih hebat dari Farid. Sepertinya aku mencintaimu.” bisik Sandra sambil terus menciumiku.
“Kamu mencintaiku atau mencintai pistolku?” sindirku.
“Hi.. hi.. kamu ini bisa saja..” Sandra mengikik lirih sambil menyentil-nyentil batang penisku yang belum lemas benar.
“Kamu masih mau berlayar lagi, San?” tanyaku kemudian karena merasakan libidoku sedikit bangkit.
“Ah.. tidak sekarang, aku sudah tak kuat. Tapi aku puas banget say..”
“Kalau begitu jangan coba-coba membangunkannya, atau kita akan kembali melayang di atas angin.” bisikku membuat Sandra semakin geli.
Ketika aku hendak pergi mandi aku lihat tubuh Sandra yang full naked itu. Kedua buah dadanya merah membengkak sedikit menguatirkan. Bekas-bekas remasan tangan-tangan kami menghias di kegua gundukan bengkak itu. Putingnya sedikit menghitam, mungkin karena aku terlalu kuat menyedotnya. Wajah Sandra terlihat kusut, tapi masih cantik. Keringatnya masih membasahi tubuh jangkung nan langsing itu. Beberapa kali terdengan gumaman dari bibir tipisnya, mungkin masih menikmati sisa-sisa pelayaran kami. Aku tersenyum tipis lalu masuk ke kamar mandi.
Begitulah, aku menjadi pemuas nafsu Sandra. Kami sama-sama puas dengan permainan kami barusan. Setelah itu Sandra menceritakan tentang sisi kehidupannya kepadaku. Dan tak lupa di akhir perjumpaan kami, di tengah malam buta, Sandra menyelipkan sebuah amplop ke dalam CD-ku. Kami berpelukan sebelum aku pergi, dan berjanji akan memanggilku lagi kalau dia sewaktu-waktu dia membutuhkan.

Incoming search terms:

  • kenikmatan semalam
  • ngentot cewek bule kuliah
  • ngentot bugil absurd
  • nafsu memek
  • aku di ajarin seks sama gadis cina
  • foto seks model bugil
  • cerita seks nafsu aku sama cewek cina
  • cerita seks aku sama cewek cina
  • cerita hot remas memek
  • pencari kenikmatan semalam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *