Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam

Diposting pada
Hammer Thor Asli
Viagra Asli Jual Pembesar Penis

Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam – Ak yang baru saja tiba di daerah puncak bogor,menuju ke tempat villa bokap ku yang lama sekali tak di huni. Akang Ratno yang selalu setia untuk menjaga dan memeliharanya, dia adalah penjaga villa kepercayaan dari bokap ku. Setelah tiba nya ak di villa, Akang Ratno segera membukakan pintu garasi , supaya aku bisa langsung memarkirkan Mobil ku.
Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam foto cewek hot asal korea sedang bugil 21Cerita Sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam – Huuuhh, setibanya di depan pintu rumah akhirnya ak juga bisa merasakan liburan dan melepaskan penat- penat setelah ujian semesteran di waktu kuliah.ak ke villa kesana sendiri tanpa di temani oelh teman-teman ataupun saudara ku sendiri. Ak disini pingin banget untuk menikmati liburan sendirian yang tenang dan sunyi yang jauh dari pusat keraiaman dan hiruk pikuk kota metropolitan. Setelahnya Akang Ratno , ak suruh untuk pulang kerumah nya yang lokasi nya berdekatan dengan villa bokap ku.

Akang Ratno sudah bekerja disini ikut bokap ku selama hampir 5 tahun. Dengan adanya Kang Ratno villa ini , sangata terawatt dengan baik dan masih aman –aman saja.

Dengan usia Kang Ratno 35 tahun , dengan postur badan yang sedikit gempal dan berkulit coklat dan dia memang orang yang lucu dan humoris. Dari dulu pun ak sempet ingin mengerjai nya, tapi dengan dedikasi nya terhadap villa ini , tak jadi

“ Misi Non, Non semisal kalo ada perlu , akang standby di rumah ya non…tinggal maen ke rumah akang aja ya Non” kemudian berpamitan.

Setelahnya kang Ratno yang sudah pamit, lalu ak segera membenahi semua barang barang yang ak bawa.

Setelah itu , ak hempaskan terjun di atas ranjang dan menghelakan nafas yang panjang , akhirnya kelelahan ini terbayarkan.

cerita sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam – Saat itu , cuaca sedang cerah –cerahnya dengan angin yang sejuk sepoi-sepoi sehingga sangat terasa sekali kesejukan dan ketentraman jiwa. Dengan cuaca yang cerah , ak ingin sekali membasahi tubuh ku dengan menceburkan ke kolam renang yang berada di samping Villa. Saat kolam ku lihat terlihat sangat bersih sekali dan bening jadi hasrat ku untuk menyeburkan tubuhkan akan segera terlaksana.

Kang Ratno memang rajin banget eeuyy…

Dan saat ak sudah berada di samping kolam kurasakan view nya enak sekali , sangat tenang dan terdengar suara hembusan angin menghempas ke sela-sela pepohonan dan terdengar suara kicauan burung-burung yang merdu, seperti alam bebas saja. Saat itu , ak ingin sekali merasakan air yang jernih ini.

Kang Ratno memang sangat rajin sekali untuk merawat villa ini. Setelahnya saat ak sudah menikmati sejenak, lalu ak mengambil sesuatu dan menuju ke kolam renang lagi.

cerita sex Sensasi Kenikmatan Ngentot Di Tepi Kolam – Sesampainya disana kurasakan suasanya jadi nyaman dan enak sekali, begitu sangat tenang, yang terdengar hanya suara burung-burung dan hembusan angin meniup sebagian air yang berada di kolam. Mumpung gak ada orang dan sepi-sepi gini, ak coba aja berenang tanpa busana renang ,lagian tidak ada siapa-siapa lagi disini selain aku lagipula ak ingin bebas dan tidak memakai sehelai benang .

Maka tanpa pikir panjang lagi, ak pun melepas pakain semua yang menempel di tubuh ku. Setelah melepas perhiasan seperti anting, ak langsung terjun ke kolam.

Wauuuuw…. Aahh.. enak sekali rasanya berenang telanjang kayak gini , tubuh serasa lebih bebas aja dan ringan.

Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapa gaya . Kisaran 20 menit lamanya aku berada di kolam, ak pun agak kehausan dan ingin istirahat sebentar dengan berjemur di pinggir kolam.

Ak kemudian naik dan berjemur di atas kursi santai yang dekat dengan kolam renang, lalu ku ambil sebentar minuman orange juice dari kulkas, lalu ak kembali lagi ke kolam. Ku rebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan menikmati minuman ku.

Agar kulit ku yang lembut ini tidak terbakar matahari, ku ambil sunblok dan ku oleskan di sekujur tubuhku hingga nampak berkilat .

Saking enaknya cuaca di sini membuatku pingin bobo, hingga tak terasa ak pun pelan-pelan tertidur diatas tempat santai yang berada di tepian kolam.

Di tepi kolam itu ak berbaring tanpa sesuatu apapun yang melekat di tubuh ku. Kalau saja saat itu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, mungkin ak sudah di jajah tubuhku ini tak karuan .

Disaat tidurku, ak merasakan ada sesuatu yang mejamah tubuhku, tangan itu mengelus paha ku lalu merambat ke bagian payudaraku .

Ketika tangan itu menyentuh bibir vagina ku , lalu ak membuka mataku dan ak pun kaget dan terkejut karena yang ku rasakan barusan ternyata bukan hanya mimpi.

Ak melihat ada seseorang sedang menjamah tubuh ku dan saat ak sadar orang itu dengan cepatnya mencengkram tubuhku dan membekap mulut ku dengan tangannya, mencegah agar ak tidak berteriak .

Ak sepertinya dapat mengenali orang itu, dia adalah Asep, si penjaga villa tetangga, usianya sekitar 32 tahun , wajahnya tidak jelek juga, pipinya yang cekung dan matanya yang lebar itu tepat di depan wajah ku.

” husssh,,,,,,Sstt..

mendingan si Neng diam dan nurut aja, di sini udah tak ada siapa-siapa lagi, jadi jangan bertingkah lagi !” dengan mengancam.

Ak mengangguk saja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan bekapannya pada mulut ku

“Hehehe.. iya sudah lama sekali saya pengen ngerasain tubuh ENeng ini !” katanya sambil matanya menatapi payudara ku.

“Ngeseks ya ngeseks,

tapi yang enak dong mintanya, gak usah kaya gitu!” kataku sedikit judes.

Ternyata tanpa ku sadari sejak ak berenang dia sudah memperhatikan ku dari atas loteng vila majikannya dan itu sering dia lakukan dari dulu kalau ada wanita berenang di sini.

Mengetahui Akang Ratno sedang tidak di sini dan ak tertidur, dia nekad memanjat masuk untuk masuk ke sini.

Sebenarnya ak sedang bête banget untuk ngeseks karena masih ingin istirahat, namun dengan rangsangan nya pada daerah intim ku membuatku horny dan merangsang.

“Lhoooo,

katanya mau ngeseks ama ak , kok belum buka baju juga, dari tadi pegang-pegang doang berani nya!” ucap ku.

“Hehe, iya si ENeng abis teteknya si ENeng ini loh, putih banget sampe lupa deh” jawabnya seraya melepas baju .

Badannya lumayan gede juga, walaupun agak kurus, dan kontolnya yang sudah tegang cukup besar.

Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai memainkan payudara ku yang paling di idamkan nya , dan sementara itu ak meraih kontolnya dengan tangan ku serta ku kocok-kocok hingga ku rasakan kontol itu makin mengeras dan membesar.

Ak mendesah sangat nikmat waktu tangannya membelai memek ku dan menggosok-gosok bibir meki ku.

“Eenghh.. terus SEpp oohh!”
desah ku sambil meremasi rambut Asep yang sedang mengisap payudara ku.

Kepalanya lalu pelan-pelan menjalar ke bawah dan berhenti di memek ku. Ak mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di memek dan ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk.

Dan Ak sampai meremas-remas payudara ku sendiri dan menggigit jari ku sendiri karena tidak kuat menahan rasa yang sedikit nyeri enak dan yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan memek ku mengeluarkan cairan hangat dan berlendir.

Dengan merem melek ak maraut rambut si Asep yang sedang menghisap memek ku .

Perasaan itu berlangsung terus sampai ku rasakan cairan ku tidak keluar lagi, barulah kemudian Si Asep melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan lendir ku .

Belum beres juga ak mengatur nafas ku yang memburu, mulut ku sudah dilumatnya dengan ganas dan liar.

Saat ku rasakan aroma cairan lendir ku sendiri pada mulutnya yang bercampur cairan itu. Ak agak lemas dengan lidahnya yang bermain di rongga mulut ku, masalahnya nafasnya sedikit bau karena lendirku sendiri .

Setelah beberapa menit baru ak bisa beradapatasi, ku balas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan saling menghisap.

Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajah ku yang halus mulus sampai wajahku basah oleh air liurnya.

“Ak udah gak …gak… tahan lagi ..Asep… , sini gantian ak hisep kontolmu ya!!! “ kataku.

Si Asep pun langsung bangkit dan berdiri di samping ku dan menjelontorkan kontolnya .

Masih dalam posisi berbaring di kursi santai pinggir kolam , kemudian ak genggam kontolnya , dan segera ku kocok dan ku jilati sebisa ku sebelum kontolnya ku masukkan ke dalam mulut ku .

DAMN !!! Mulut ku sudah terisi penuh oleh kontolnya , itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk separuhnya saja.

Lalu Ak memainkan lidah ku mengitari kepala penisnya yang mirip jamur merang , terkadang juga ak menjilati lubang kencingnya sehingga tubuh pemiliknya bergetar dan mendesah-desah keenakan.

Satu tangannya memegangi kepala ku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga ak gelagapan dan sedikit tersedak.

” Sruuuptthh……Eemmpp.. emmphh.. nngg..!”

ak mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas. Saat Kepala penis itu berkali-kali menyentuh dinding ternggorokan ku . Kemudian ku rasakan ada cairan memenuhi mulut ku.

Ak berusaha menelan cairan itu, tapi karena banyaknya cairan itu meleleh di sekitar bibir ku.

Belum habis muncratannya dia menarik keluar kontolnya , sehingga semburan berikut mendarat disekitarar wajah ku, mata ku juga terkena dengan semburan pejuh nya.. Lalu ku seka wajah ku dengan tanganku.

Sisa-sisa sperma yang menempel di jariku dan ku jilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu terbuka dan Kang Ratno muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil.

Ak sendiri sempat kaget dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan semua ini pada bokap ku . “Eehh.. maaf si ENeng, Akang cuma mau ngambil uang Akang di kamar, ga tau kalo si ENeng lagi gituan” katanya. Karena sudah tanggung, aku pun nekad menawarkan diriku dan berjalan ke arahnya.

“Ah.. ga apa-apa Akang , mending Akang ikutan aja yuk, maen bareng !” goda ku.

Raut mukanya jadi tak karuyan , karena melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke payudara dan memek ku.

Ak mengelus-elus kontolnya dari luar dan membuatnya jadi terangsang. Akhirnya dia sudah mulai berani memegang payudara ku, bahkan meremas-meremasnya.

” Si ENeng, tetek nya gede juga yah.. enak yah diginiin sama Akang ?” Sambil tangannya terus meremasi payudara ku.

Dalam posisi memeluk itupun dia perlahan membuka celana panjangnya, setelah itu dia turunkan juga celana kolornya.

Nampaklah kontolnya yang hitam masih lemas, jari-jariku pun mulai menggenggamnya. Dalam genggaman ku kurasakan benda itu sedikit hangat dan mengeras.

Pelan-pelan tubuh ku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi ku masukkan batang kontolnya di genggamanku itu lalu mengarah ke mulut, ku jilati dan ku sedot-sedot hingga kang ratno mengerang keenakan.

“Wah, Akang Ratno sama majikan sendiri aja malu-malu!” seru si ASep yang memperhatikan Akang Ratno agak grogi menikmati oral orgasme ku.

Kang Ratno lalu mendekati kami dan meraih tangan ku untuk mengoco-ngocok sendiri kontolnya .

Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua kontol yang sudah horny itu.

Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian kang Ratno pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku.

Ak mulai merasakan ada benda yang menerjang masuk ke dalam memek ku.

Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi dan merasakan kontolnya mau memasuki memk ku .

Ak disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok- nyodok , kepalanya menyelinap ke balik ketiak ku hingga mulutnya hinggap pada payudara ku.

Ak geli menggelinjang tak karuan waktu puting kanan ku digigitnya kecil , kocokan ku pada kontol Akang Ratno makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Akang Ratno begitu ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulut ku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh.

Kepala ku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk mengambil nafas ak tidak bisa .

Akhirnya akhanya bisa diam dan pasrah saja dilucuti dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kontol yang lain makin menghujam ke tubuh ku.

Perasaan ini sungguh sulit ak gambarkan dan jelaskan, ketika kontol Si Asep menyentuh bagian terdalam dari rahimku dan ketika kontol Akang Ratno menyentuh tenggorokan ku, belum lagi mereka terkadang memainkan payudara atau meremasi serta menepuk pantat ku.

Ak serasa seperti terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuh ku mengejang dan mataku sedikit melotot.

Mau menjerit tapi tertahan sama kontol Akang Ratno Bersamaan dengan itu pula genjotan si Asep terasa makin bertenaga dan kuat .

Kami pun mencapai orgasme bersamaan, akdapat merasakan pejuhnya yang menyembur deras di dalam memekku, dari selangkangan ku meleleh cairan kental.

Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.

“Neng, boleh ga Akang Ratno masukin kontol Akang ke nenen nya E Neng?” tanya Akang Ratno lembut. Ak cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi,

“Tapi Neng istirahat dulu ya, kayanya ENeng masih cape ya??”. Ujarnya

Ak kemudian turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diri ku.

Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, Si Asep duduk di sebelah kiri ku dan Akang Ratno di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya. Yang satu ditepis yang lain hinggap di bagian lainnya, lama-lama ya ak biarkan saja, lagipula ak juga menikmatinya kok.

“ENeng, Akang masukin sekarang aja gapapa yah, udah ga tahan daritadi belum rasain itunya si ENeng”

kata Kang Ratno mengambil posisi berlutut di depanku.

Dia kemudian membuka pahaku setelah ku anggukan kepala, dia arahkan kontolnya yang panjang dan keras itu ke arah memek ku,

tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir memek ku sehingga ak berkelejotan berasa kegelian dan meremas kontol ASep yang sedang menjilati leher.

“Aahh.. Akang cepet masukin dong, udah lenjer dan kebelet nih!” desahku tak karauan .

Ak meringis saat dia mulai menekan masuk kontolnya. Kini memek ku sudah penuh dengan desakan kontol hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk memberi sensasi nikmat ke seluruh tubuh.

“Wah.. seret banget memeknya si ENeng, kalo tau gini udah dari dulu Akang ajakin ngeentotin” ceracaunya.

” Bangsat juga ternyata Akang Ratno, udah punya anak juga masih ngeres , ak kirain ente itu orang yang baiik dan alim” kataku dalam hati.

Setelah 20 menitan dia ngentotin ak dalam posisi itu, dia melepas kontolnnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke arqah kontolnya .

Dengan refleks ak pun mencengkaram kontol itu sambil menurunkan tubuhku hingga benda itu amblas ke dalam memek ku .

Dia menahan pantatku yang padat berisi itu, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami.

Desahan kami bercampur baur dengan bunyi ciprartan air kolam, tubuh ku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku ku gelengkan kesana-kemari, kedua payudara ku yang tak terarah tidak luput dari tangan dan mulut mereka.

Akang Ratno memperhatikan kontolnya sedang keluar masuk di memeknya seorang gadis yang cantik seperti ak ini , anak majikannya sendiri, sepertinya dia tak habis pikir betapa sangat beruntungnya dapat kesempatan emas menjajal tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah lama tidak dirasakannya.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika Asep tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan payudaraku makin tertekan ke wajah Akang Ratno .

ASep membuka belahan pantat ku dan mengarahkan kontolnya ke situ.

“Wuussh,,,,,Aduuh.. pelan-pelan Sep,.. aww!” rintih ku waktu dia mendorong masuk kontolnya nya.

Bagian bawah ku rasanya sempit sekali karena dijejali dua batang kontol yang besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat yang menjalari tubuhku.

Ak mendesah saja ketika ASep menyodok pantat ku dengan kasar, ku peringatkan Asep agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, Asep malah makin bringas menggenjot ku.

Kang Ratno melumat bibir ku dan memainkan lidahnya di dalam mulut ku agar ak tidak terlalu ngoceh .

Hal itu berlangsung sekitar 30 menittan lamanya. Sampai ak merasakan tubuh ku seperti mau meledak, yang dapat ku lakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Akang Ratno erat-erat sampai kukuku mencakar ke arah punggungnya.

Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Kang Ratno .

Namun mereka masih saja menggenjotku tanpa peduli pada ku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulut ku pun terdengar makin tak bertenaga dan sudah tersa lemas sekali.

Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, kedua putingku disedot kuat-kuat oleh kang Ratno, dan Asep membelai rambutku .

Ak lalu merasakan cairan hangat menyembur di dalam memek ku dan lubang anusku, saat berada di kolam nampak sedikit cairan putih susu itu melayang-layang.

Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan kontol yang masih tertancap di memek ku .

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, ak pun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, kemudian ak berjalan menuju kamar mandi.

Eh.. ternyata mereka mengikuti ku dan memaksa ikut mandi bersama. Akhirnya ku perbolehkan saja , supaya mereka senang.

Disana ak cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi.

Bagian memek ku dan payudara ku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir “Lhaaaa.. kok yang di bersihin di daerah situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong!!!

“udah dingin nih”

disambut gelak tawa kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *